Volume bersih ruangan adalah titik awal perhitungan. Volume ini mencakup ruang utama, ruang di atas plafon (ceiling void), dan ruang di bawah raised floor bila keduanya terhubung atau berisi kabel dan peralatan yang mudah terbakar. Volume benda padat permanen yang besar, seperti kolom struktur atau balok beton, dapat dikurangkan. Namun rak server, panel, dan furnitur biasanya tidak dikurangkan karena dapat dipindahkan sewaktu-waktu.
Suhu minimum ruangan sangat berpengaruh karena volume spesifik uap agen berubah terhadap suhu. Ruang server yang didinginkan hingga 18 °C membutuhkan agen sedikit lebih banyak dibandingkan ruangan bersuhu 25 °C untuk mencapai konsentrasi yang sama. Desain yang baik menggunakan suhu terendah yang mungkin terjadi agar konsentrasi tetap tercapai dalam kondisi terburuk.
Elevasi lokasi terhadap permukaan laut juga perlu dikoreksi. Di daerah pegunungan dengan tekanan atmosfer lebih rendah, jumlah agen yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit, sedangkan di bawah permukaan laut (misalnya basement yang sangat dalam) faktor koreksi meningkat. Meskipun sebagian besar proyek di kota-kota besar Indonesia berada di dataran rendah, faktor ini tetap dicantumkan dalam perhitungan untuk ketelitian.
Kelas bahaya menentukan konsentrasi desain. Kebakaran kelas A (bahan padat seperti kertas, kabel, plastik) dan kelas C (peralatan listrik) umumnya menggunakan konsentrasi sekitar 7 – 7,9 %. Kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar seperti solar, oli, atau pelarut) membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi, tergantung jenis bahan bakarnya, dan harus diverifikasi agar tidak melampaui batas aman bagi ruang berpenghuni.
Lokasi tabung dan rute pipa ditentukan dengan mempertimbangkan akses perawatan, keamanan dari benturan, dan efisiensi hidrolik. Tabung sebaiknya ditempatkan sedekat mungkin dengan ruang yang diproteksi, pada lokasi yang bersuhu stabil (umumnya 0 – 50 °C), tidak terpapar sinar matahari langsung, dan mudah dijangkau teknisi. Untuk sistem multi-zona, ruang tabung terpusat dengan selector valve menjadi solusi yang efisien.
Penempatan nozzle harus memastikan distribusi agen merata ke seluruh ruangan. Ketinggian maksimum per baris nozzle, jarak antar-nozzle, dan jangkauan setiap nozzle mengikuti batasan listing pabrikan. Pada ruangan yang tinggi, dibutuhkan lebih dari satu tingkat nozzle. Nozzle juga harus diposisikan agar semburan agen tidak langsung mengenai plafon gantung yang ringan, karena dapat terlepas akibat tekanan discharge.
Integritas ruangan dan ventilasi pelepas tekanan sering dilupakan namun sangat krusial. Saat agen dilepaskan, terjadi perubahan tekanan sesaat di dalam ruangan. Ruangan yang sangat kedap tanpa ventilasi pelepas tekanan berisiko mengalami kerusakan pada dinding partisi, kaca, atau pintu. Sebaliknya, ruangan yang terlalu bocor tidak mampu menahan agen selama holding time. Perhitungan luas bukaan pressure relief vent dan room integrity test menjadi bagian dari desain yang profesional.